Apa Adanya

Masukan dari Mei 2008

Masa kalah…

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Alumni ITB angkatan 1977 bergotong royong membuat pabrik bahan bakar alternatif… BAGUS!

Gimana 2003, masa kalah ama ’77?

Ya, sekarang berjuanglah dulu sendiri-sendiri, nanti kalo dah berilmu, berpengalaman, dan berduit, kita ketemu lagi.

Semoga dengan visi yang sama.

Tetep jangan lupa, dari sekarang silaturahmi kita jalin.

Site kerjaan ITB ’77 bisa diliat di sini

Kategori: Uncategorized

Hukum Aja!

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sebuah institusi penegak hukum yang bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat

Bentrok dengan

Sebuah institusi pendidikan yang  terdiri dari komunitas manusi terdidik dan tercerahkan

 

Yang salah, siapapun itu, polisi atau mahasiswa, kalo memang salah, ya nyatakan bersalah.

Setelah terbukti bersalah? HUKUM!

 

Kategori: Uncategorized

Mahasiswa

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

MAHASISWA adalah MANUSIA TERDIDIK yang TERCERAHKAN

Anhar Gonggong, Ahli Sejarah, ketika menjadi pembicara dalam Diklat Aktivis Terpusat KM ITB

Kategori: Uncategorized

Unjuk Rasa

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

UNJUK RASA

Kenapa kita unjuk rasa?

Unjuk rasa  adalah salah satu komunikasi politik yang dilakukan untuk menunjukkan sikap atau rasa kepada orang lain mengenai  sebuah permasalahan. Biasanya unjuk rasa ini dilakukan untuk memberikan sebuah informasi dengan tujuan penyadaran  atau merubah sesuatu, mulai dari pandangan orang lain terhadap sesuatu sampai ke sebuah kebijakan pemerintah.

Caranya bisa menggunakan segala macam media komunikasi yang ada baik itu melalui media cetak atau elektronik, sebuah pertunjukan seni,  forum diskusi, dan  yang selama ini lebih sering  terliput media adalah aksi turun kejalan.

Kenapa turun ke jalan?

Turun ke jalan dilakukan untuk dapat lebih mencuri perhatian dari pihak-pihak yang dituju. Karena biasanya aksi turun kejalan lebih sounding, apalagi dengan masa yang besar, dibandingkankan dengan bentuk unjukrasa lain. Karena secara fisik demonstrasi turun kejalan dapat terlihat dengan jelas oleh masyarakat dan biasanya mendapatkan liputan luas dari media. Dan turun kejalan ini ’berkesan’ lebih dekat kepada pihak yang diperjuangkan yaitu rakyat, bila dibandingkan pada kegiatan-kegiatan yang terbatas di kampus. Dengan turun jalan juga diharapkan ada interaksi langsung dengan masyarakat sehingga bisa dijadikan ajang penyadaran atau komunikasi langsung tentang masalah yang diusung.

Biasanya turun kejalan dilakukan sebagai tahap lanjutan, kadang-kadang tahap terakhir, dari sebuah rangkaian unjukrasa yang lain. Bahkan biasanya turun kejalan tidak harus dilakukan apabila bentuk unjuk rasa yang lain telah berhasil menyampaikan tujuan yang dimaksud.

Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa  adalah sebuah gerakan kritis yang tentunya harus berdasarkan pada kebenaran, yaitu  kebenaran hati nurani dan kebenaran intelektual. Tema yang dibawa dalam gerakan ini harus bertujuan utama untuk memperbaiki lingkungan dan masyarakatnya.

Sikap dari gerakan yang didasari oleh hati nurani dan intelektual tentu saja harus santun dan rasional. Sebuah sikap anarkis, menunjukkan ketidaksantunan dan irasional, tentu saja adalah gerakan yang salah. Anarkisme secara sederhana bisa ditunjukkan dengan adanya perbuatan menyerobot hak-hak dan melanggar aturan yang disepakati di masyarakat.

 

Jadi sebuah unjukrasa, termasuk aksi turun kejalan, yang anarkis adalah gerakan yang salah. Anarkisme ini akan mengaburkan tujuan sebenarnya dari gerakan mahasiswa, bahkan bisa jadi  tujuan gerakan yang niatnya baik dan benar malah mendapat respons yang kontra dari masyarakat. Masyarakat harus disadarkan, dicerdaskan, dan dibela dengan sikap yang santun dan rasional. Bukankah untuk mengikat hati harus menggunakan hati dan pola pendidikan yang terbaik itu dengan keteladanan?

Mari sahabat. Kita harus tetap kritis, tetap berpikir dan bergerak, tetap santun dan rasional. Kita perlihatkan bahwa pendidikan itu memanusiakan manusia. Kita tunjukkan bahwa kita adalah manusia yang terdidik dan tercerahkan.

Stop anarkisme dalam aksi mahasiswa!

 

Kategori: Uncategorized

Edan

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Wah, edan…

Malamnya berdemonstrasi dengan agenda membela kepentingan rakyat

Siangnya tawuran dengan agenda (katanya) membela  kawan sejawat

Ntah apalagi ini….

 

Kategori: Uncategorized

Subsidi kata saya

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng mengatakan bahwa saatnya memberi subsidi pada orang bukan pada barang.

Kalo kata saya saatnya memberi subsidi pada investasi (pendidikan, kesehatan, infrastruktur) bukan pada konsumsi.

 

Kategori: Uncategorized

Bossy

Mei 31, 2008 · & Komentar

Satu yang menarik dari bergabungnya Nina di tim kami.

Sudah sering saya bahas dengn wildan dan zam-zam bahwa tim bisnis ini mempunyai pedang bermata dua dalam hal SDM nya. Bagaimana tidak, saya, wildan, dan arif adalah mantan ketua himpunan, zam-zam adalah mantan ketua OSKM, awal adalah aktivis yang punya riwayat kepemimpinan yang panjang. Semua adalah manusia jenis leader dan manager yang mungkin mempunyai karakter ’bossy’. Tentu saja hal ini punya potensi besar, karena dengan pengalaman organisasi yang cukup panjang, setiap dari kami ’diharapkan’ bisa menggerakkan tim ini dengan baik dibalik semua aktivitas lain yang kami jalani. Namun dengan kemungkinan adanya karakter bossy ini, dikhawatirkan bisa mengurangi koordinasi dan kerjasama tim, kalo kata wildan mungkin pada satu saat kita bakal saling tunjuk untuk melakukan sesuatu dan orang yang ditunjuk itu akan merasa keberatan untuk melakukan tugas itu, karena kecenderungan dari karakter bossy ini adalah ’memerintah bukan diperintah’.

Nah kmaren hal itu terjadi saat kami melakukan rapat pembuatan katalog di Dekranasda Jabar. Rapat berjalan cepat, karena mayoritas kita tidak menanyakan siapa yang bersedia melakukan tugas, tapi proses tembak langsung. Akhirnya kami sadar dan tertawa sendiri, namun satu hal yang menarik, tidak ada satu pun proses tembak langsung itu yang ditujukan pada Nina. Nina masih mengalami proses mengajukan diri untuk dapat tugas.

Hmmm….Tanda awal yang bagus bahwa peran Nina sebagai penyeimbang dan penetral tim ini bisa berhasil. Dan semoga dengan adanya kewaspadaan kami dari potensi buruk dari ’bossy’ ini, maka kami bisa bersikap lebih baik dan menjadikan apa yang dilkerjakan tim ini bisa bermanfaat dan berhasil.

Kategori: Uncategorized

Melamar

Mei 31, 2008 · & Komentar

Akhirnya jadi juga pertemuan untuk ’melamar’ seorang lagi anggota tim bisnis kami, setelah terunda 2 hari, oleh tim Bandung yang terdiri dari saya, wildan, dan zam-zam. Nina namanya, mahasiswi kriya tekstil ITB. Satu-satunya wanita dan yang termuda diantara kami. Kenapa Nina? Karena kami merasa mengenal dia, sepak terjangnya juga baik saat bekegiatan dikampus, mempunyai keilmuan di bidang kerajinan, punya jiwa entepreneur, dan yang terpenting bersedia ikut visi tim ini. Dan diharapkan juga Nina bisa jadi ’jangkar’, ’penetral’, dan ’penyeimbang’ dalam tim ini.

Karena jawaban Nina “I Do“, maka resmilah Nina jadi bagian dari tim kami. Welcome  to the team Nina, atau welsome to the jungle, hehehe.

 

Kategori: Uncategorized

Optimis!

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jalan Tengah antara IDEALISME dan REALISME adalah  OPTIMISME

Sebuah tempelan dinding saat  Diklat Aktivis Terpusat KM ITB

Kategori: Uncategorized

Journey in Thailand (Part 1)

Mei 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Euforia…

Juni 2007

“Rifqi, kamu ke thailand, helmi ke fiilipin. Tapi jadwal keberangkatan belum pasti“

Itu lah kira-kira yang bakal disebutin oleh kertas pengumuman dari LPKM kalo kertas bisa ngomong.

Alhamdulillah, rejeki kami buat bisa student exchange ke luar negeri sudah datang.

Yah, akhirnya hari ini ada sedikit kepastian dari DIKTI tentang kepastian program student exchange, setelah sekian lama tidak ada kejelasan tentang program ini, saya merasa lega. Begitu juga temen-temen lain yang mendapatkan program serupa, tukar menukar info pun dilakukan, ada yang ke malaysia, vienam, dan laos.

Saya sanga bersyukur dan senang bisa punya kesempatan pergi ke Thailand, karena saat tau ada seleksi student exchange pun, saya langsung membayangkan thailand, juga ketika proses wawancara pun saya menekankan bahwa saya ingin ke Thailand

“ I want to go to Thailand, because I am interested in its culture and nature.  Another place that I will choose is Malaysia, but I still prefer go to Thailand“

Kira-kira itulah jawaban saya dalam SundLish(Sundanese English) ketika menjawab pertanyaan pilihan negara yang ingin dikunjungi di kantor ISO ITB. Tapi saya kira hampir semua orang memilih thailand, maybe I just Lucky, Alhamdulillah.

Kenapa thailand? Karena saya bener-bener tertarik tentang budaya dan alamnya, setidaknya dari info yang selama ini saya dapet tentang thailand, yang terbayang adalah Thailand is a beautiful country!

Jadi hal pertama yang saya lakukan adalah nanya ke Om Google tentang Thailand, mulai dari bentuk dan sistem negara, bahasa, kebiasaan masyarakat, dan tentunya tempat berwisatanya. Hehe.

Obrolan dengan Om Google pun membawa saya ke site pelajaran bahasa thailand, inggris-thailand (yang pada akhirnya nanti ga terlalu berguna, karena bahasa tulisan yang ditulis dalam bahasa latin, berbeda dengan pengucapan dalam bahasa aslinya). Beberapa kata coba saya hapal tapi ya itu, hanya berupa teks, ga ada audionya. Research pun terus dilakukan, untuk mendapatkan persiapan terbaik.

 

Ini bakal jadi pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri, pengalaman prtama juga dalam hal naik pesawat terbang, hehehe.

Oh iya, saya belum punya passport.

Ya dimulailah sebuah usaha mebuat passport di kantor imigrasi bandung di daerah jalan suci. Bersama empat orang anak ITB lain yang sama-sama ke thailand. Tian, Novri, Ayu,dan Devi.

Berurusan dengan administrasi dan birokrasi, hal yang tidak terlalu saya senangi.

Untung saja jadwal keberangkatan kami tidak mendesak, sehingga proses pembuatan passport yang memakan waktu sekitar satu minggu itu kami jalani dengan santai. Menurut info buat yang buru-buru ada pelayanan khusus satu hari dengan membayar satujuta rupiah, padahal bila mengiikuti prosedur normal passport bisa didapat dengan harga sekitar tigaratus ribu rupiah(lupa tepatnya).

Jadi hari pertama kami beli formulir pendaftaran den mengisinya, lalu didaftarkan di loket. Setelah menerima bukti penyetoran dan pendaftaran kami pulang dengan bekal jadwal kapan kami harus kembali lagi untuk administrasi lanjutan. Dua hari kemudian kami kembali untuk melakukan administrasi lanjutan yaitu pengambilan foto dan sidi jari juga wawancara. Wawancara standar tentang status diri dan tujuan pembuatan passport. Setelah itu kami pulang untuk mengambil passport pada hari yang sudah ditentukan.

Proses yang mudah….

Ada hal yang menarik(atau lebih tepatnya memalukan) waktu saya sedang menunggu antrian untuk pengambilan foto. Ada dua orang petugas imigrasi yang berselilsih paham dan sempet membuat keributan kecil diruang adminstrasi. Yang satu masih muda dan berlaku kasar, sedangkan lawannya adalah seorang yang lebih tua dan lebih  terlihat tenang. Rupanya mereka berselisih pendapat, si oknum yang muda itu kesal karena titipannya untuk membuatkan passport bagi orang lain( jadi dia berlaku sebagai joki) tidak mau diproses oleh bapak yang tua itu. Bapak yang tua itu bilang bahwa pembuatan passport tidak boleh diwakilkan. Good vs Evil terjadi lagi. Untung kericuhan itu hanya berlangsung sebentar karena dipisahkan oleh petugas yang lain( ketika saya datang lagi untuk mengambil buku passport saya masih melihat oknum muda itu bekerja, semoga atasannya sudah memberinya sanksi yang berlaku dan memberi hadiah pada petugas tua yang jujur itu).

Saya juga melihat orang-orang yang mendapatkan pelayanan khusus tanpa antri, saya kira itulah orang-orang yang membayar satu juta rupiah. Tapi ya sudah, saya tidak berminat untuk mempertanyakan apakah hal itu legal atau tidak.

 

To be continued….

Next part : the purpose of student exchange and ketidakjelasan!

 

Kategori: Uncategorized